Senin, 23 Desember 2013

STRATEGI INFORMASI MANAJEMEN

Di tengah era informasi sekarang ini, strategi informasi menjadi siginifikan ketika aset informasi dalam suatu organisasi perlu diselaraskan dengan perkembangan dan arahan strategi bisnis. Banyak organisasi bisnis yang belum dapat benar-benar memahami informasi apa yang sejatinya mendorong bisnis dan mendukung keputusan bisnis terpenting mereka. Padahal, pemetaan tingkat kritikal informasi yang dimiliki suatu organisasi bisnis adalah titik awal untuk memahami aset informasi bisnis yang sebenarnya.
Strategi informasi dapat membantu organisasi bisnis dalam melakukan prioritasisasi informasi sehingga dapat memetakan informasi bisnis mana yang benar-benar mendorong aktivitas, hasil dan kesuksesan bisnis. Hal itu menyebabkan organisasi bisnis bisa lebih jelas melihat aset informasi mereka ketika isu-isu krusial dalam bisnis muncul, atau, dapat meningkatkan proses pengambilan keputusan dengan melihat informasi bisnis kritikal mana yang benar-benar memiliki dampak terhadapnya, informasi bisnis mana yang memiliki prioritas kepentingan teratas hingga prioritas terbawah dalam mendukung kebutuhan tersebut.
Strategi informasi juga dapat membantu organisasi dalam mengidentifikasi siapa sejatinya pemilik informasi yang bertanggung jawab penuh atas informasi tersebut dan pengguna informasi, serta bagaimana peta keterkaitan diantara keduanya. Hal ini akan sangat membantu organisasi bisnis dalam menyingkap adanya kesenjangan (gap) ataupun redudansi informasi, termasuk kemungkinan mengidentifikasi informasi tersembunyi yang bisa lebih diberdayakan untuk mendukung peningkatan kualitas kinerja bisnis di dalam organisasi. Sehingga strategi informasi membantu para pengambil kuptusan bisnis untuk lebih mampu melihat secara utuh aset informasi yang mereka miliki, serta inisiatif unit kerja bisnissebagai pemilik informasi mana saja yang dapat memberikan nilai manfaat bisnis yang siginifikan secara cepat.
Pada akhirnya, strategi informasi bisa merekomendasikan suatu roadmap untuk memetakan informasi bisnis yang perlu di kelola saat ini, 2 tahun selanjutnya, hingga 5 atau 10 tahun ke depan. Dengan mendefinisikan roadmap strategi informasi yang dapat termonitor perkembangannya ini, organisasi memiliki arsitektur Informasi yang kokoh, sehingga organisasi bisnis bisa lebih menyesuaikan kembali inisiatif unit kerja bisnis atau sistem informasi mana saja yang diperlukan untuk memulai pengelolaan informasi ini, dan kapan pengelolaan informasi ini harus terlengkapi untuk mendukung perjalanan strategi bisnis itu sendiri.
Pentingnya Road_Map pada Organisasi
            Suatu organisasi membutuhkan panduan agar perjalanannya terarah.Seperti halnya suatu peta dalam satu perjalanan. Peta yang baik akan menuntun organisasi untuk mencapai tujuan tepat waktu secara efisien dan efektif. Peta tersebut harus memberikan fleksibilitas sehingga melukiskan “banyak jalan untuk menuju roma”.
 Langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat suatu peta yang mampu mendukung suatu perjalanan yang efisien dan efektif.
  1. Kenali tujuan yang akan dituju.
  2. Identifikasi atau tentukan titik awal perjalanan (starting point).
  3. Ukur jarak antara titik awal dengan tujuan
  4. Tentukan kapasitas yang akan dipakai untuk perjalanan
  5. Tentukan waktu perjalanan
  6. Buat milestone yang harus dicapai dalam waktu tertentu
  7. Tentukan strategi untuk sampai ke tujuan
  8. Komunikasikan strategi yang diambil kepada semua pihak yang berkepentingan
Dengan melaksanakan langkah-langkah di atas muncul manfaat-manfaat yang diperoleh organisasi. Manfaat yang diperoleh dengan adanya road-map antara lain:
  1. Perjalanan lebih terarah.
  2. Strategi jelas. Apabila strategi tumpang tindih dengan strategi lainnya, overlapping akan diketahui karena perjalanan akan kembali pada milestone tertentu (strategi tidak dilakukan dalam waktu bersamaan). Apabila strategi tumpang tindih dengan strategi lainnya (strategi tidak dilakukan dalam waktu bersamaan), overlapping akan lebih mudah diketahui karena perjalanan .
  3. Kegiatan terpetakan. Apabila terdapat penyimpangan maka semua pihak dapat melakukan koreksi yang diperlukan atau adaptasi pada penyimpangan tersebut dan mengarahkan kembali ke jalur yang sudah ditetapkan.
  4. Kondisi awal teridentifikasi secara menyeluruh. Dengan demikian, strategi yang akan diambil tidak bertentangan dengan kondisi ada.
  5. Strategi yang diambil dipahami menyeluruh oleh semua pihak sehingga semua mengetahui tugas masing-masing dalam pelaksanaan strategi.

komunikasi melalui marketing mix

1. PENGERTIAN BAURANKOMUNIKASIPEMASARAN
Bauran komunikasi pemasaran (marketing communication mix/promotion mix) merupakan ramuan sekaligus penerapan lima alat promosi (pemasangan iklan, penjualan personal, promosi penjualan, hubungan masyarakat, dan komunikasi langsung) utama perusahaan untuk mencapai tujuan-tujuanpemasaran.
Menurut Kotler (2005:249) Bauran komunikasi pemasaran merupakan penggabungan dari lima model komunikasi pemasaran, yaitu: iklan, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan pemberitaan, penjualan pribadi, pemasaran langsung dan interaktif.
      2. UNSUR-UNSUR BAURAN KOMUNIKASI PEMASARAN
a.      Iklan
Iklan adalah penyajian informasi non-personal tentang produk, merek, perusahaan atau gerai yang didanai sponsor. Iklan bertujuan mempengaruhi citra, keyakinan, dan sikap konsumen terhadap produk dan merek, serta perilaku konsumen. Bahkan, iklan bisa dianggap manajemen citra, yakni menciptakan dan menancapkan citra serta makna-makna di benak konsumen. Iklan biasanya disampaikan lewat teve, radio, media cetak, billboard, signboard, atau media lain seperti balon udara, T-shirt, internet dll. Meski konsumen umumnya menerima eksposur ratusan iklan tiap harinya, namun mayoritas pesan ini kurang begitu diperhatikan dan dipahami. Maka, tantangan pemasar adalah bagimana menata pesan-pesan iklan dan menyeleksi media sehingga mengekpos sebanyak mungkin konsumen, memancing perhatiannya dan mampu mendorong proses pemahaman dan perubahan sikap ke arah yang dikehendaki.
b.      PromosiPenjualan
Promosi penjualan adalah bujukan langsung pada konsumen untuk membeli suatu produk. Promosi bisa dilakukan melalui program diskon ataupun menawarkan nilai-tambah (premi) bila konsumen mau membeli produk. Walau iklan teve bisa jadi lebih glamor, namun lebih banyak dana pemasar justru dialokasikan buat perbagai bentuk promosi. Promosi bisa juga didefinisikan sebagai peningkatan rasio nilai-harga yang bertujuan mendongkrak penjualan. Aspek kunci promosi ialah menggerakkan produk saat ini juga, tidak menunggu besok. Singkatnya, kebanyakan promosi penjualan bertujuan merubah perilaku pembelian jangka pendek. Perkecualiannya ialah promosi tematik, dimana premi diberikan cuma-cuma, walau tidak ada produk yang dibeli, misalnya hadiah-hadiah kecil yang dibagikan kepada anak-anak.
c.       Personal Selling(Penjualan Personal)
Personal selling mencakup interaksi-interaksi langsung antara wiraniaga dan calon pembeli. Personal selling bisa jadi metode komunikasi paling efektif, walau di negara-negara Barat khususnya dianggap relatif mahal. Berkat komunikasi dua-arah, keterlibatan situasi konsumen cenderung menjadi meningkat cukup tinggi dan wiraniaga bisa mengubah-ubah presentasi penjualan agar mampu mempengaruhi konsumen secara efektif. Produk tertentu amat mengandalkan promosi melalui personal selling. Asuransi jiwa, mobil, sistem komputer dan konsultasi manajemen adalah sedikit contohnya. Namun, lantaran biaya penjualan tatap muka yang makin meningkat, personal selling melalui telepon, yang disebut telemarketing menjadi makin populer.
d.      Humas atau Publisitas
Publisitas mencakup berbagai bentuk komunikasi tan-bayar guna meningkatkan citra perusahaan, produk atau merek. Sebagai contoh, artikel liputan khusus koran Kompas yang membandingkan sejumlah merek laptop memberi informasi produk yang berguna bagi konsumen, tanpa pelaku pasar komputer mengeluarkan uang. Begitu pula, liputan produk serta merek-merek baru, komparasi merek-merek di majalah bisnis, koran atau internet, atau talk-show di radio atau teve memberi informasi produk pada konsumen.
e.       Pemasaran Langsung
Pemasaranlangsungyaituhubungan langsung dengan pelanggan yang ditargetkan secara tepat dengan tujuan mendapatkan tanggapan sesegera mungkin untuk menciptakan hubungan baik dengan pelanggan yang langgeng. Meliputi telemarketing, catalog, pasang poster di kios-kios, iklan via internet dll.

      3. FAKTOR-FAKTOR DALAM MENENTUKAN KOMUNIKASI PEMASARAN
Perusahaan-perusahaan harus mempertimbangkan beberapa faktor dalam mengembangkan bauran promosinya: jenis pasar produk, kesiapan konsumen melakukan pembelian, dan tahap dalam siklus hidup produk tersebut. Juga penting adalahperangkatpasarperusahaan.
           Dalam menetapkan biaya promosi, biasanya biaya untuk tenaga penjualan ditetapkan terlebih dahulu, karena sebagian besar biaya ini adalah biaya tetap. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan pemasar dalam menggunakan bauran promosi, factor tersebut antara lain:
1)      Jenis Pasar Produk
Alokasi bauran komunikasi berbeda-beda antara pasar komsumen dan pasar bisnis. Pemasaran konsumen mengeluarkan uang secara berturut-turut untuk promosi penjualan., iklan, penjualan pribadi, dan hubungan masyarakat. Penjualan pribadi memberilan sumbangan yang basar dalam pemasaran barang konsumen. Beberapa pemasar kosumen menggunakan tenaga penjual terutama untuk menerima pesanan mingguan dari penyalur dan untuk memeriksa. Namun, penjualanperusahaan konsumen yang terlatih dengan efektif dapat memberikan 4 sumbangan penting
1. Posisi persediaan yang meningkat
2. Pembangunan antuasiasme,
3. Penjualanmissioner,
4.  Manajemenpelangganutama.
2)      TahapKesiapanPembeli
Ada lima tahap kesiapan membeli yaitu:
1.      Tahap kesadaran,
2.      Tahap pengertian,
3.      Tahap keyakinan,
4.      Tahap pemesanan,
5.      Tahappemesanankembali.
Kiat promosi bervariasi dalam efektivitas biaya pada tahap-tahap kesiapan pembeli yang berbeda. Periklanan dan piblisitas memainkan peranan paling penting dalam tahap kesadaran. Tahap pengertian pelanggan lebih dipengaruhi oleh iklan dan penjualan personal, iklan dan promosi penjualan. Penutupan penjualan atau pemesanan dipengaruhi oleh penjualan personal promosi penjualan. Sedangkan pemesanan kembali juga dipengaruhi oleh penjualan personal dan promosi penjaulan dansebagianiklanyangmengingkat.
3)      Tahap Siklus Hidup Produk
Alat-alat komunikasi juga memiliki efektivitas biaya berbeda sesuai dengan tahap siklus hidup produk yang berbeda. Ada 4 tahap siklus hidup produk, yaitu:
1.      Tahap Perkenalan
Iklan dan pemberitaan memiliki tingkat efektivitas biaya tertinggi, disusul penjualan pribadi untuk memperoleh jangkauan distribusi dan promosi, penjualan untuk mendorong konsumen mencobanya.
2.      Tahap Pertumbuhan
Permintaan mempunyai momentumnya sendiri melalui cerita dari mulut ke mulut.
3.      Tahap Kemapanan
Secara berturut-turut, promosi penjualan, iklan, dan penjualan pribadi semuanya makin berperan penting.
4.      Tahap Kemunduran.
Promosi penjualan tetap berperan kuat, alat-alat komunikasi berkurang, dan wiraniaga hanya memberikan sedikit perhatian pada produk tersebut.

 
      4. KOMUNIKASIPEMASARANTERPADU
Komunikasi pemasaran terpadu atau Integrated Marketing Communication (IMC) adalah sebuah konsep dimana suatu perusahaan mengintegrasikan dan mengkoordinasikan berbagai saluran komunikasi untuk mengirim pesan yang jelas, konsisten, dan meyakinkan berkenaan dengan perusahaan dan produknya. (Kotler dan Amstrong; 2005). Sedangkan definisi IMC menurut American Association of Advertising Agencies adalah sebuah konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang memberikan nilai tambah terhadap suatu perencanaan yang mendalam dengan cara melakukan evaluasi terhadap peran strategis dari berbagai macam ilmu komunikasi dan mengkombinasikannya untuk menghasilkan keakuratan, konsistensi, dan efek komunikasi secara maksimal melalui integrasi dari pesan-pesan yang terpisah. Paul Smith (1996), dalam artikelnya yang berjudul Admap menyatakan bahwa IMC adalah konsep sederhana yang menyatukan semua bentuk dari komunikasi menjadi satu kesatuan solusi. Pada intinya IMC mengintegrasikan semua alat-alat promosi sehingga alat-alat tersebut dapat bekerja bersama-sama secara harmonis.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep dari IMC (Blythe, 2003)yaitu:
                               I.            Perubahan pada pasar konsumen: Adanya luapan informasi yang timbul akibat meningkatnya jumlah pesan–pesan komersial. Iklan di media masa mulai mengalami penurunan dalam menarik perhatian dari konsumen. Media iklan telah tersegmentasi dalam beberapa kelompok media. Meningkatnya jumlah produk imitasi yang tidak memiliki keunikan khusus dibandingkan dengan produk pesaingnya. Meningkatnya penggunaan media untuk menarik perhatian dari masyarakat terhadap tanggung jawab sosial perusahaan.
                            II.            Perubahan pada pasar bisnis: Terjadinya proses merger, akusisi, dan perubahan struktur organisasi dan manajemen pada perusahaan-perusahaan. Ketertarikan pihak manajemen perusahaan terhadap hasil jangka pendek.Meningkatnya pemahaman akan pentingnya strategi komunikasi. Meningkatnya pemahaman akan pentingnya komunikasi internal perusahaan yangbaik.
Berikut ini beberapa manfaat dari penerapan IMC bagi perusahaan menurut Yeshin (2004):
1.  Konsistensi pesan yang dikirim: Melalui IMC, perusahaan dapat memastikan kesamaan pesan yang dikirimkan kepada target audiens untuk setiap komponen dalam program komunikasi perusahaan. Hal tersebut sangat menguntungkan bagi perusahaan karena dapat menghindari terjadinya kebingungan dari konsumen di dalam menterjemahkan komunikasi pesan dari perusahaan akibat adanya keragaman pesan yang disampaikan melalui media komunikasi yang terpisah. Konsistensi pesan yang dikomunikasikan akan secara otomatis mempengaruhi efektifitaskomunikasipemasaranperusahaan.
2.  Kesatuan organisasi perusahaan: Penerapan IMC memberikan dampak baik secara internal perusahaan maupun eksternal perusahaan. Dampak internal yang timbul adalah adanya pengertian dari seluruh karyawan mengenai tujuan-tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan sehingga mereka dapat bekerja secara bersama-sama di dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut. Dampak penerapan IMC pada internal perusahaan akan berdampak pada eksternal perusahaan. Dimana perusahaan dapat menampilkan citra produk ataupun citra perusahaan, yang mendukungtercapainyatujuan-tujuandariperusahaan.
3.  Hubungan dengan mitra kerja: Penerapan IMC membuat hubungan antara perusahaan dengan pihak agen periklanan terjalin semakin erat. Hal tersebut terjadi karena agen periklanan tidak hanya menangani satu atau beberapa komponen pada program-program komunikasi pemasaran, tetapi mereka menangani program-program komunikasi pemasaran yang telah terintegrasi satu denganyanglainnya.
  5.    TAHAP-TAHAP MEMBENTUK KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
a)      MengidentifikasiTargetPendengar
Komunikator pemasaran harus memiliki target pendengar yang jelas. Pendengar (audience) dapat terdiri dari calon pembeli potensial dari produk perusahaan, pemakai produk, pengambil keputusan atau pemberi pengaruh. Audience bisa terdiri dari individu, kelompok, atau masyarakat khusus atau umum. Target audience ini akan berpengaruh terhadap keputusan yang diambil komunikator tentang apa , bagaimana, kapan, dimana dan kepada siapa harus bicara.
b)      MenentukanTujuanKomunikasi
Respon akhir yang diinginkan dari target audience tentunya "membeli" dan "puas". Namun tindakan membeli adalah hasil akhir dari proses yang panjang dalam pengambilan keputusan oleh konsumen. Komunikator pemasaran perlu mengetahui bagaimana target audience bergerak dalam tahap-tahap menuju kesiapanuntukmembeli.
Pemasar mungkin ingin menempatkan sesuatu dalam benak konsumen (cognitive), merubah sikap konsumen (affective) atau mendorong konsumen untuk bertindak (behavioral). Terdapat 4 model berbeda mengenai tahap respon konsumen yaitu "AIDA Model", "Hierarchy of effects model", "Innovation adoption model", dan "Communicationmodel".
Yang paling sering digunakan yaitu "Hierarchy of effect model" (learn-feel-do), terdiri dari tahap-tahap yang merupakan tujuan bertahap dari komunikasi, adalah sebagaiberikut:
1.  Awareness: jika sebagian besar dari target audience belum sadar akan objek , maka tugas komunikator adalah membangun kesadaran konsumen akan keberadaan produk, mungkin dapat dengan pengenalan nama.
2.  Knowledge: setelah audience sadar akan keberadaan produk, mungkin mereka tidak mempunyai pengetahuan yang lebih akan produk, sehingga komunikator harus memberikan pengetahuan akan produk kepada konsumen.
3.  Liking: ketika konsumen sudah mengetahui tentang produk tersebut, lalu bagaiman perasaan mereka? Komunikator pemasaran harus berusaha agar konsumen menyukai produk tersebut. Jika konsumen terlihat tidak menyukai produk tersebut, pemasar harus tahu mengapa dan berusaha memperbaiki dan mengkomunikasikannya lagi.
4.   Preference: konsumen mungkin menyukai produk itu tapi tidak lebih dari produk lain, sehingga pemasar harus membangkitkan preferensi konsumen akan produk yang ditawarkan. Pemasar akan mempromosikan kualitas produk,value,performance, dankarakterlain.
5.   Conviction: konsumen mungkin sudah lebih menyukai produk yang ditawarkan tapi tidak membangun keyakinan untuk membelinya. Karena itu tugas pemasar adalah membangun keyakinan konsumen untuk melakukan tindakan yang terbaik, yaitu membeli.
6.   Purchase: terakhir, sebagian dari konsumen mungkin memiliki keyakinan tetapi belum juga membeli produk itu. Mungkin mereka menunggu informasi tambahan atau masih merencanakan tindakan selanjutnya. Pemasar harus mendorong konsumen untuk melakukan langkah akhir dengan cara menawarkan produk dengan harga yang lebih rendah, atau menawarkanhadiah.
c)      Merancang Pesan Yang Akan Disampaikan
Dalam merancang bentuk pesan, ada 4 hal yang harus diperhatikan yaitu Apa yang harus dikatakan (isi pesan), bagaimana mengatakannya secara logis (struktur pesan), bagaimana mengatakannya lewat simbol-simbol (bentuk pesan) dan siapa yang akan mengatakannya (sumber pesan).
  FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BAURAN PROMOSI 

    Jenis produk yang dipasarkan: Perusahaan yang memasarkan consumer goods lebih banyak menggunakan iklan kemudian sales promotion, personal sellingdan public relation. Untuk industrial goods, lebih banyak menggunakan personal selling, kemudian sales promotion, iklan dan public relation.
         Push Vs Pull Strategy. Push strategy: Meliputi kegiatan pemasaran (terutama sales force dan promosi penjualan) yang diarahkan pada saluran perantara (intermedian) untuk membujuk mereka agar mau memesan dan membawa produk untuk dipromosikan kepada end users. Pull Strategy:  Meliputi kegiatan pemasaran (terutama iklan dan promosi untuk konsumen) yang diarahkan pada end users untuk membujuk mereka agar meminta produk tersebut pada perantara sehingga perantara kemudian memesan produk tersebut ke perusahaan.
Buyer-readiness stage: Efektivitas dan biaya masing-masing promotional tools berbeda pada tiap-tiap tahapan proses pembelian. Iklan dan Publisitas adalah yang paling efektif pada tahap awal proses pembelian, sedangkan personal selling dan sales promotion adalah yang paling efektif untuk tahapan selanjutnya.
Product Life cycle Stage: Efektivitas dan biaya promotional tools juga berbeda pada tiap tahap siklus hidup produk. Dalam tahap Introduction, iklan dan publisitas akan efektif, kemudian diikuti dengan sales promotion u
ntuk membujuk orang agar mau mencoba dan personal selling untuk dapat mengcover distribusi yang luas. Dalam tahap Growth, semua tools dapat diredam karena tingkat permintaan cukup tinggi. Pada tahap Maturity, sales promotion, advertising dan personal selling semuanya menjadi penting untuk dilakukan. Pada tahap Decline, sales promotion harus terus dilaksanakan, iklan dan publisitas dikurangi dan salesman dapat memberi perhatian yang minimal untuk produk ini.
Company Market Rank: Merk-merk ranking teratas lebih banyak menggunakan iklan daripada sales promotion, sedangkan untuk merk-merk rangking dibawahnya, ketika profitabilitas menurun, akan lebih banyak menggunakan salespromotion daripada iklan.
Mengukur Hasil Promosi: Komunikator pemasaran harus mengukur dampak dari promosi. Kegiatan ini meliputi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada audience tentang pengenalan dan ingatan akan pesan yang disampaikan, berapa kali dilihat, apa yang diingat, bagaimana perasaannya tentang pesan tersebut, dan sikapnya terhadap produk tersebut dan perusahaan. Selain itu komunikator pemasaran juga melakukan pengukuran tentang perilaku dan respon dari audience, seperti berapa orang yang membeli, yang menyukai dan yang memberi tahu kepada yang lain akan pesan tersebut.
Mengorganisasi dan Mengelola Komunikasi Pemasaran yang Terintegrasi
Komunikasi pemasaran yang terintegrasi (menyeluruh) akan menghasilkan pesan-pesan yang konsisten, penjadwalan yang tepat dan efektivitas biaya serta dampak yang lebih besar pada penjualan. IMC (Integrated Marketing Communication) akan mengembangkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan pelanggan yang tepat, dengan pesan yang tepat dalam waktu yang tepat dan pada tempa
t yang tepat.

       

brand / merk produk

PENGERTIAN
Merek adalah sebuah nama , istilah, simbol tanda atau desain, atau kombinasi dari semua yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi produk atau jasa dari seorang penjual dan untuk membedakan dari produk atau jasa pesaing. Merek yang kuat ditandai dengan dikenalnya suatu merek dalam masyarakat,asosiasi merek yang tinggi pada suatu produk, persepsi positif dari pasar dan kesetiaan konsumen terhadap merek yang tingii.
Dengan adanya merek yang membuat produk yang satu beda dengan yang lain diharapkan akan memudahkan konsumen  dalam menentukan produk yang akan dikonsumsinya berdasarkan berbagai pertimbangan serta menimbulkan kesetiaan terhadap suatu merek (brand loyality). Kesetiaan konsumen terhadap suatu merek atau brand yaitu dari pengenalan, pilihan dan kepatuhan pada suatu merek.
Kekayaan merek,  merek yang sangat kuat memiliki  kekayaan merek yang tinggi. Sutu merek dikatakan  memiliki kekayaan merek yang tinggi sejauh mereka memiliki kesetian merek yang tinggi, kesadaran nama, persepsi mutu, asosiasi merek yang kuat. Merek-merek puncak dunia misalnya, coca cola, kodak, sony, Mercedez Benz, sedangkan merek-merek ternama di indonesia misalnya, Aqua, Indomie, Pepsodent, Rinso. Perusahaan perlu mengelola merek secara hati-hati untuk melindungi kekayaan merek, serta mengembangkan strategi untuk mempertahankan atau meningkatkan kesadaran merek.
Pertama-tama perusahaan harus memutuskan apakah mereka apakah mereka harus memberi sebuah nama marek pada sebuah produknya, begitu kuatnya pemberian marek sehingga sangat susah menemukan barang  yang tidak bermarek, misalnya garam yang dikemas kemidian biberi merek, suku cadang mobil seperti ban dan busi, bahkan buah-buahan yang dibungkus kemidian dberi merek, serta sayur-sayuran.
Pemberikan nama merek memberikan banyak keuntungan, antara lain: merek menunjukkan mutu produk, mengingatkan efisiensi orang yang berbelanja, menarik perhatian konsumen terhadap produk-produk baru, memudahkan penjualan, mengelola pesanan, dan dapat menmbah nilai bagi konsumen masyarakat.
Pada dasarnya suatu merek juga merupakan janji penjual untuk secara konsisten menyampaikan secara ciri-ciri, manfaat dan jasa tertentu kepada para pembeli. Merek yang baik juga menyempaikan jaminan  tambahan berupa jaminan kualitas. Merek sendiri digunakan untuk beberapa tujuan yaitu :
1.     Sebagai identitas, yang bermanfaat dalam diferensiasi atau memebedakan produk suatu perusahaan dengan produk perusahaan saingannya. Ini akan memudahkan konsumen untuk mengenalinya saat berbelanja dan saat melakukan pembelian ulang.
2.     Alat promosi, yaitu sebagai daya tarik produk.
3.  Untuk membina citra yaitu dengan memeberikan keyakinan, jaminan kualitas, serta prestise tertentu kepada konsumen.
4.     Untuk mengendalikan pasar.
Jenis-jenis Merek
·       Merek Dagang
Merek Dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan barang-barang sejenis lainnya,
·       Merek  Jasa
Merek jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.
Merek dapat dipahami lebih dalam pada tiga hal sebagai beriku :
a.     Contoh brand name (nama) : aqua, bata, rinso, KFC, acer, windows, toyota dan lain sebagainya
b.  Contoh mark (simbol) : gambar atau simbol sayap pada motor honda, gambar jendela pada windows, simbol bulatan hijau pada sony ericsoon dan sebagainya
c.    Contoh trade character (karakter dagang) : ronald mc donald pada restoran mc donalds, si domar pada indomaret, burung dan kucing pada produk makanan gerydan lain sebagainya.
Berikut ini ada beberapa keputusan-keputusan tentang merek, yaitu;
·         Keputusan Mengenai Merek.
Keputusan yang harus diambil ialah perlu tidaknya satu merek tertentu bagi suatu produk. Bila dilihat dari sejarahnya, kebanyakan produk dipasarkan tanpa merek sama sekali,. Baik produsen maupun para perantara menjual barang-barang mereka langsung saja dengan satuan kilo gram, liter, kotak dan sebagainya, tanpa suatu tanda pengenal dari pembekal. Sekarang ini pemeberian merek sudah demikian meluasnya sehingga barang yang dipasarkan tanpa merek sering menghadapi kesulitan besar. Suku cadang kendaraan bermotor memiliki merek produsennya, mur dan baut diberi merek pembuat atau distributornya, jeruk atau jagung di supermarket dibungkus dengan kemasan bermerek.Selain tiu, terdapat bukti bahwa para distributor menginginkan adanya merek sebagai cara untuk memudahkan penanganan produk, mengidentifikasai pembekal, meminta produk agar bertahan pada standart mutu tertentu dan juga meningkatkan pilihan para pembeli. Di pihak konsumen, mereka menginginkan di cantumkannya merek untuk mempermudah mengenali perbedaan mutu serta agar dapat berbelanja dengan lebih efisien.
·         Keputusan Penyediaan Merek
Dalam memutuskan pencantuman merek pada suatu produk, seorang mempunyai beberapa pilihan mengenai pihak mana yang sebaiknya memberi merek. Ada kemungkinan produk dipasarkan dengan merek produsen, atau dipasarkan oleh produsen dengan merek lisensi.  Atau produk yang dipasarkan ke pedagang perantara kemudian memeberi merek sendiri, yang sering juga disebut dengan merek perantara, merek distributor  atau merek penyalur. Selain itu bisa juga produsen memproduksi sebagian produk dengan merek pabrik dan sebagian lagi dengan merek sendiri
·         Keputusan Merek Kelompok (Family-brand decision) .
Memeberi merek yang sama paada beberapa produk dengan alasan mendompleng merek yang sudah ada dan dikenal masyarakat. Contoh dari family branding yakni; merek gery yang merupakan grup dari garudafood yang mengeluarkan banyak produk berbeda dengan merek utama gery seperti gery salut, gery coklut, gery toya-toya dan lain sebagainya.
·         Keputusan Meluaskan Merek
Strategi memperluas merek adalah upaya meluaskan nama merek yang telah terbukti berhasil guna meluncurkan produk atau lini produk yang baru atau yang merupakan hasil produk atau lini produk yang baru atau yang merupakan hasil modifikasi

·         Keputusan Merek  Ganda
Dalam strategi merek ganda ini, penjual membuat dua atau lebih merek dalam kategori/ kelompok produk yang sama. Ada beberapa alasan mengapa banyak perusahaan menerapkan strategi merek ganda ini. Alsan pertama, perusahaan akan memperoleh ruang/rak yang lbh banyak di toko/supermarket, dengan demikian akan meningkatkan ketergantungan pengecer pada merek-mereknya. Kedua karena sedikitnya jumlah konsumen yang suka berpindah-pindah merek ialah dengan menyediakan banyak merek. Ketiga, menambah merek baru akan meningkatkan gairah, semangat serta efisiensi di dalam tbuh perusahaan sendiri.

·         Keputusan Penempatan Kembali Merek
Bahwa bagaimanapun baiknya penempatan  (posisi) merek tertentu di pasar, perusahaan aharus meninjau di kemudian hari, sebab  mungkin saja pesaing memasarkan merek baru yang mirip dengan merek perusahaan sehingga pangasa pasar berkurang. Atau konsumen mulai beralih ke merek lain, sehingga jumlah permintaan untuk merek milik perusahaan menyusut

·         Keputusan Kaemasan dan L ebel
Kemasan dalam pemasaran suatu produk, pemberian wadah atau kemasan dapat memainkan peran yang kecil atau peran yang penting . saat ini banyak kalangna orang pemasaran yang menganggap masalah kemasan sebagai faktoP ke lima sesudah price, product, place, dan promotion. Akan tetapi, kebanyakan orang pemasaran memperlakukan masalah kemasan sebagai salah satu elemen dari stategi produk.  Yang terakhir adalah lebel  yang meru[pakan bagian dari pengemasan danterdiri dari keterangan tercetak dam menjelaskan sesuatu mengenai produk Lebel mungkin hanya berisi nama merek atau bisa juga informasi lengkap.

      Hal –hal yang harus diperhatikan dalam mendaftaran merek yakni :
1.      Pendaftaran Merek
                  Yang dapat mengajukan pendaftaran merek adalah
·         Orang (person)
·         Badan Hukum (recht person)
·         Beberapa orang atau Badan Hukum (pemilikan bersama)
2.      Fungsi Pendaftaran Merek
·      Sebagai  alat bukti bagi pemilik yang berhak atas merek yang didaftarkan
·      Sebagai dasar penolakan terhadap merek yang sama keseluruhan atau sama pada pokok nya yang dimohonkan pendaftaran oleh orang lain untuk barang atau jsa sejenis.
·     Sebagai dasar untuk mencegah orang lain memakai merek yang sama keseluruhan atau sama pada pokoknya dalam peredaran yntuk barang atau jasa sejenisnya.
3.      Persyaratan Permohonan Merek
1.      Mengajukan permohonan ke DJ HKI/Kanwil secara tertulis dalam Bahasa Indonesia dengan melampirkan :
·    Foto copy KTP yang dilegasirkan. Bagi pemohon yang berasal dari luar negeri sesuai dengan ketentuan undang-undang harus memilih tempat kedudukan di Indonesia, biasanya dipilih pada alamat kuasa hukumnya;
·    Foto copy akte pendirian badan hukum yang telah disahkanoleh notaris apabila permohonan diajukan atas nama badan hukum;
·    Foto copy peraturan pemilikan bersama apabila permohonan  diajukan atas nama lebih dari satu orang
·      Surat kuasa khusus apabila permohonan permohonan dikuasakan;
·      Tanda pembayaranm biaya permohonan;
·      25 helai etiket merek (ukuran max 9x9 cm, min. 2x2 cm);
·      Surat pembayaran bahwa merek yang diminta pendaftaran adalah miliknya.
2.      Mengisi formulir permohonan yang memuat :
·      Tanggal, bualan, dan tahun surat permohonan;
·      Nama, alamat lengkap dan kewarganegaraan permohonan
·      Nama dan alamat lengkap kuasa apabila permohonan diajukan melalui kuasa; dan;
·  Nama negara dan tanggal penerimaan permohonan yang pertma kali dalam hal permohonan diajukan dengan hak prioritas
3.       Membayar biaya permohonan pendaftaran pendaftaran merek.

Hal-hal yang Menyebabkan Suatu Merek Tidak Dapat di Daftarkan
a.      Didaftarkan oleh pemohon yang tidak beritikad baik.
b.   Bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, moralitas keagamaan, kesusilaan, atau ketertiban umum .
c.    Tidak memiliki daya pembeda
d.    Telah menjadi milik umum
e.    Merupakan keterangan atau berkaitan barang atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya. (Pasal 4 dan Pasal 5 UU Merek).